Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy mengatakan, ada sejumlah ungkapan pihaknya menjalani kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Kabupaten Bandung. “Kondisi saluran irigasi ini awalnya terjadi kebocoran secara alami. Hal tersebut disebabkan karena adanya lubang-lubang kepiting dan lubang tikus,” ujar Sarwo sesuai dalam keterangan tertulisnya yang Kompas.com terima. Hal tersebut dikatakan Sarwo saat menjalani kegiatan RJIT di Desa Pangguh, Kecamatan Ibun, Bandung, Selasa (27/10/2020). Sarwo mengungkapkan, kondisi kebocoran yang diperbaiki pihaknya dapat teratasi dengan menambahkan beton pada lantai saluran irigasi. “Hasilnya, saluran irigasi di Desa Pangguh menjadi lebih optimal,” kata Sarwo, Itu terjadi, lanjut Sarwo, karena luas oncoran yang sebelumnya hanya 35 hektar (ha), dengan RJIT bertambah menjadi 50 ha. Dampaknya indeks pertanaman (IP) di sana pun men...
Direktur Pengawasam Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Ghazmahadi mengatakan, ada kendala yang membuat peserta PB Jamsostek (BPJS Ketenagakerjaan) belum memanfaatkan layanan jaminan sosial melalui teknologi. Kendala tersebut yakni masih banyaknya masyarakat Indonesia yang belum memiliki gawai pintar atau smartphone. "Kami melihat ada banyak pekerja peserta BPJS yang masih belum memiliki telepon pintar," ujar dia dalam webinar virtual BP Jamsostek, Selasa (10/11/2020). "Jadi mungkin bapak dan ibu kalau melihat ini bukan menjustifikasi rekan-rekan buruh. Karena ponsel yang mereka gunakan masih sangat sangat sederhana. Enggak semuanya dapat mengakses lagi. Mungkin hanya dapat untuk telepon saja," sambungnya. Kemnaker memainta BP Jamsostek agar memprioritaskan sistem layanan yang dapat diakses dari segala perangkat ponsel. Hal ini dinilai penting agar masyarakat dapat mengakses layanan dengan mudah. Selain itu, Kemenaker meminta kepada BP ...
Ekonom senior Institute Development of Economic and Finance (Indef) Faisal Basri menyindir para menteri yang ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menangani pengendalian penyebaran Covid-19, malah lebih mementingkan investasi. "Pak Presiden, para menteri yang bertanggung jawab dalam penanganan Covid-19 lebih sibuk urusi investasi. Mereka sering ke luar negeri berhari-hari. Kalau mengurusi pengadaan, mereka memang sangat jempolan," kata dia dalam akun Twitternya @FaisalBasri, Jumat (4/12/2020). Faisal pun meminta kepada Presiden Jokowi untuk fokus menangani wabah virus corona (Covid-19) dengan cara membentuk tim khusus. Tim khusus tersebut yang benar-benar fokus menangani tanpa harus menjalani kerja sambilan. Pasalnya, dia sempat menyinggung para menteri yang menangani pandemi justru mengemban banyak tugas lainnya. "Pak Presiden, tolong segera selamatkan Indonesia. Jangan berharap para menteri menangani Covid-19 karena tugas mereka sudah sangat banyak. Ini bukan k...
Comments
Post a Comment